Sunday, March 21, 2010

Selain untuk mengawetkan makanan, cengkeh juga digunakan dalam program diet

Renne R.A Kawilarang, Ferial
Onky melihatkan hasil panen cengkehnya di Tomohon (Antara/ Basrul Haq)

VIVAnews - Cengkeh memiliki anti oksidan tinggi karena terdapat kandungan senyawa phenolic. Anti oksidan memiliki arti penting untuk menjaga makanan tetap segar. Maka, kandungan cengkeh memiliki dampak yang besar terhadap industri makanan.

Demikian tim peneliti di Spanyol atas hasil riset mereka mengenai khasiat cengkeh. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Flavour and Fragrance edisi terbaru, yang menyebutkan bahwa rempah-rempah ini sebagai antioksidan alami terbaik.

Disamping itu, rempah-rempah juga dipercaya baik untuk kesehatan. Profesor Juana Fernandez Lopez dari Universitas Miguel Hernandez, Spanyol, mengatakan bahwa cengkeh memiliki kemampuan tertinggi untuk melepaskan hidrogen, mengurangi senyawa kimia dengan baik serta menghilangkan zat besi yang tidak baik untuk kesehatan.

Lopez juga menjelaskan, oksidan alami yang terkandung dalam cengkeh dipilih kalangan industri makanan sebagai bahan pengawet, dengan syarat tidak mempengaruhi karakteristik makanan. "Zat ini menunjukkan kapasitas antioksidan tinggi, dan dapat memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan," ujar Lopez.

Selain dipergunakan unuk mengawetkan makanan, menurut Lopez, cengkeh juga digunakan dalam program diet ala Mediterania, dimana cengkeh terkandung dalam oregano, thyme, rosemary dan sage.

Saat ini, kata Lopez, di Mediterania sedang dilakukan penelitian guna mencari tahu apakah jenis rempah-rempah ini dapat digunakan sebagai antioksidan alami dalam produk makanan, terutama daging.

• VIVAnews
Read more

Bisnis Lewat Twitter, Kenapa Tidak!

Heri Susanto - SABTU, 13 FEBRUARI 2010

VIVAnews - Media jejaring online semakin berkembang dengan pengikut puluhan hingga ratusan juta orang pengguna internet. Setelah Friendster, kemudian muncul Facebook, Twitter dan kini mulai merebak Google Buzz.

Banyak manfaat yang diperoleh dari media jejaring soal tersebut. Selain menemukan kembali teman lama, ajang bersosialisasi, belakangan fungsinya pun menyebar. Tak sedikit orang yang memanfaatkan jasa Facebook untuk berbisnis. Bahkan, bukan cuma Facebook, ajang bisnis juga merambah ke Twitter.

Bahkan, ini mungkin menjadi media efektif untuk berbisnis secara online. Tak sedikit yang menjadikan Twitter sebagai media perusahaan untuk berinteraksi dengan konsumen. Itu bisa berupa informasi produk, update perkembangan berita dan harga saham, hingga komunikasi dengan konsumennya.

Salah satu buku yang menulis soal kiat berbisnis di Twitter adalah Tip & Trik Mengoptimalkan Microblogging. Dalam buku yang diterbitkan oleh Bukunè disebutkan enam tips berbisnis lewat Twitter. Berikut ini enam tips yang yang disinggung dalam buku tersebut.

1. Riset Pasar
Riset pasar merupakan satu poin penting, khususnya untuk mengetahui bagaimana respons pelanggan tentang bisnis, baik berupa nama perusahaan, bidang, industri, brand, atau produk sebagai kata kunci di Twitter search yang terletak di halaman home akun Twitter-mu.

2. Feedback
Gunakan Twitter sebagai cara menerima umpan balik dari pelanggan. Misalnya meminta pendapat follower tentang suatu program bisnis. Contohnya, bagaimana pendapat follower tentang diskon tarif sebuah maskapai penerbangan.

3. Membangun Jaringan
Lewat Twitter, kita bisa membangun jaringan dengan mencari dan mengikuti orang-orang yang memiliki minat serupa. Misalnya, bisa menghimpun jaringan melalui profesi yang sama, sekolah yang sama hingga wilayah yang sama.

4. Nge-link Konten dari Blog atau Website
Twitter juga dimanfaatkan dengan cara nge-link konten dari blog atau website. Ini bisa juga dimanfaatkan untuk memasarkan blog dan website bisnis kita.

5. Berkomunikasi dengan Tim
Twitter bisa dimanfaatkan untuk berkomunikasi antar karyawan di suatu perusahaan. Group Update semacam ini biasanya di-set privat untuk masalah keamanan.

6. Notifikasi
Gunakan Twitter untuk notifikasi produk baru atau produk bestseller kepada konsumen dan mengabarkan event yang akan diselenggarakan perusahaan.

• VIVAnews
Read more

Saturday, March 20, 2010

Tubuh Proporsional untuk Gairah Maksimal


Tubuh Proporsional untuk Gairah Maksimal

KOMPAS.com — Duke University mengumumkan 30 persen orang yang mengalami kelebihan berat badan memiliki masalah terhadap gairah seksual, kualitas hubungan seksual, dan orgasme. Bahkan, beberapa di antara mereka mengalami tiga masalah seksual tersebut sekaligus.

Menurut kepala penelitian yang juga psikolog klinis Duke University, Martin Binks, PhD, hal itu terjadi karena kebanyakan orang yang obesitas memiliki kolesterol yang tinggi dan resisten terhadap insulin. “Dua hal inilah yang kemudian menghambat dorongan seksual mereka,” ucapnya.

Pada laki-laki, Binks menjelaskan bahwa kolesterol yang tinggi dan resistensi insulin membuat arteri pembuluh darah mengecil, termasuk yang ada di dalam penis. Inilah yang kemudian membuat terjadinya impotensi dan disfungsi ereksi.

Hal yang sama juga terjadi pada perempuan. Susan Kellogg, PhD, Direktur Kesehatan Seksual dari Pelvic and Sexual Health Insitute of Graduate Hospital, menjelaskan bahwa penyempitan pembuluh darah ini membuat klitoris yang merupakan sumber respons seksual perempuan mendapat hambatan. “Ini kemudian membuat tubuh tidak bergairah dan cairan vagina pun berkurang, dan akhirnya membuat hubungan seksual tidak dapat dinikmati,” paparnya.

Tidak hanya itu. Saat menumpuk banyak lemak, tubuh akan mengeluarkan zat kimia short for sex hormone binding globulin (SHBG). Ini adalah zat yang melumpuhkan hormon seksual kita. Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk mengembalikan fungsi hormon seksual kita?

Para pakar menyarankan agar kita menurunkan berat badan sehingga lemak yang menumpuk dapat terkikis. Bahkan, dengan mengurangi 5 kg berat badan saja, gairah seksual kembali normal. “Ini terbukti ketika pasien-pasien saya berhasil menjaga dirinya agar tetap sehat. Hubungan seksual mereka pun kembali berkualitas. Maka dari itu, resep yang sering saya berikan kepada mereka adalah menerapkan gaya hidup sehat,” ucapnya.

Untuk olahraganya, Kellogg menyarankan gerakan-gerakan fisik yang memang ditujukan untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan sirkulasi darah di daerah genital. “Gerakan-gerakan ini akan sangat membantu,” ujarnya.

Khususnya pada perempuan, gerakan olahraga harus difokuskan pada otot-otot besar, seperti paha, bokong, dan panggul. Pilihan olahraga itu mulai dari yoga, jalan cepat, atau bersepeda. “Lakukan 20 menit dengan intensitas 3 kali dalam seminggu.” (Preventiononline/Siagian Priska)

Read more

Saluri, Periksa Lupus Sendiri


Saluri, Periksa Lupus Sendiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah situs kesehatan, www.careforlupussd.org, menyatakan bahwa ada keserupaan gejala penyakit lupus dengan penyakit biasa, sehingga sering ditemukan terjadinya kesalahan diagnosis.

Situs ini juga menyebutkan, 95 persen penderita lupus adalah wanita usia produktif (15-44 tahun). Sekitar 5 juta orang di dunia dikatakan terdeteksi menyandang penyakit ini.

Situs ini mengajarkan deteksi sederhana lupus pada diri sendiri. Untuk mengetahui apakah Anda terkena lupus, coba lakukan petunjuk Saluri (Periksa Lupus Sendiri) yang disampaikan The Lupus Foundation of Ontario, berikut ini:

1. Apakah persendian Anda sering terasa sakit, nyeri, atau bengkak lebih dari 3 bulan?

2. Apakah jari tangan dan atau kaki pucat, kaku, atau tidak nyaman saat kedinginan?

3. Apakah Anda pernah menderita sariawan lebih dari dua minggu?

4. Apakah Anda mengalami kelainan darah, seperti anemia, leukositopenia, atau trombositopenia?

5. Pernahkah pada wajah Anda terdapat ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu yang sayapnya melintang dari pipi ke pipi?

6. Apakah Anda sering demam di atas 38 derajat Celsius dengan sebab yang tidak jelas?

7. Apakah Anda pernah mengalami nyeri dada selama beberapa hari saat menarik napas?

8. Apakah Anda sering merasa sangat kelelahan dan sangat lemas, bahkan setelah cukup istirahat?

9. Apakah kulit Anda hipersensitif terhadap sinar matahari?

10. Apakah terdapat protein pada pemeriksaan urin Anda?

11. Pernahkah Anda mengalami serangan atau kejang?

Bila Anda menjawab Ya untuk sedikitnya 4 pertanyaan, ada kemungkinan Anda terkena lupus. Segeralah berkonsultasi dengan dokter atau dokter ahli penyakit dalam.
Catatan: Informasi ini hanya untuk kebutuhan edukasi semata. Anda tetap diwajibkan berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan informasi dan terapi yang dibutuhkan. @ tok

Read more

Friday, March 19, 2010

Suka Makan Enak, Awas Kanker Usus Besar!


Suka Makan Enak, Awas Kanker Usus Besar!

JAKARTA, KOMPAS.com - Hobi menyantap gule kambing, soto babat, daging empal, atau steak, bukan cuma membuat tubuh makin melar, tapi juga mengundang risiko mengidap kanker saluran cerna (kolorektal). Ayo, perbanyaklah makan makanan berserat dalam menu sehari-hari.

Kanker kolorektal adalah kanker yang tumbuh di daerah usus besar (kolon) dan anus (rektum). Kanker ini merupakan jenis kanker yang paling dipengaruhi oleh gaya hidup, yakni asupan makanan yang tinggi lemak dan protein serta rendah serat.

"Berdasarkan penelitian, ternyata di Indonesia, faktor makanan (tinggi lemak, zat pengawet, dan infeksi) menjadi penyebab utama kanker di banding rokok," papar Dr.dr.Aru W.Sudono, Sp.PD, KHOM, pakar kanker dari FKUI/RSCM dalam acara media edukasi memperingati Bulan Kanker Kolorektal yang diadakan oleh Yayasan Kanker Indonesia, di Jakarta (17/3).

Paparan zat karsinogenik yang masuk lewat makanan, menjadi salah satu penyebab utama kanker kolorektal. "Asam lemak dari makanan tinggi lemak jenuh, cairan empedu, zat pengawet makanan, serta zat karsinogenik yang terkandung dalam daging yang dimasak dengan suhu tinggi harus diwaspadai," kata dr.Aru.

Melalui berbagai penelitian epidemiologis, telah dibuktikan peran serat yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan komponen penting dalam terapi gizi. Kecukupan konsumsi serat pangan dari sayur dan buah pada pola makan sehari-hari dapat mengurangi risiko kanker usus hingga 40 persen.

Adanya serat pangan yang mampu mengikat air akan menyebabkan konsistensi feses menjadi lebih lunak dan lembut, sehingga memudahkan otot usus besar memompa kotoran (feses) keluar. Kondisi ini akan mengurangi kontak dinding usus dengan zat karsinogenik makin singkat sehingga tidak sempat mengubah sel menjadi ganas.

Faktor risiko lain yang meningkatkan risiko kanker kolorektal adalah usia lanjut (di atas 50 tahun), polip di usus, faktor genetik, obesitas, serta jarang melakukan aktifitas fisik.

Menurut data WHO, diperkirakan 700.00 ribu orang meninggal karena kanker kolorektal setiap tahunnya. Ini berarti 2.000 orang meninggal setiap harinya. Di Amerika dan Eropa, kanker kolorektal lebih banyak diderita orang lanjut usia. Namun di Indonesia, prevelansi orang muda yang terkena kanker ini lebih besar (lebih dari 30 persen).

"Makin membaiknya ekonomi membuat kita lebih sering makan enak yang tinggi lemak, sementara itu aktivitas fisik kita berkurang," jelas dokter yang menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia ini.

Untuk menghambat pertumbuhan kanker, ada beberapa makanan yang memiliki zat anti kanker, misalnya saja diet tinggi serat, teh hijau, serat, asam folat, vitamin D dan kalsium, vitamin C dari makanan, serta aspirin.

"Kanker kolorektal adalah kanker yang perjalanannya lambat. Karena itu kanker ini masih bisa dicegah dengan memperbaiki pola makan. Dengan begitu kita akan terhindar dari biaya kemoterapi yang mahal itu," tegas dr.Aru.

Kebutuhan tubuh akan serat pangan bisa didapat dari beragam sumber, seperti padi-padian, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan. Konsumsi daging merah dapat diganti dengan daging putih seperti ikan atau daging ayam.

Read more

ACFTA, Alas Kaki China Sesaki Pasar Lokal


ACFTA, Alas Kaki China Sesaki Pasar Lokal

VIVAnews - Kawasan perdagangan bebas ASEAN-China mulai terasa di Tanah Air. Produk impor asal negeri Tirai Bambu itu perlahan tapi pasti semakin membanjiri pasar-pasar lokal.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan pada Februari 2010 impor asal China terkait ACFTA naik puluhan miliar rupiah. "Lebih dari Rp 20 miliar," kata Hidayat dalam seminar dan Konferensi Ekonomi Nasional (SKEN) 2010 di Bandung, Kamis 18 Maret 2010.

Meski begitu, kata Hidayat, pada beberapa produk-produk yang dikhawatirkan akan membanjiri Indonesia, komposisi nilai impornya masih sangat sedikit dibandingkan produk lainnya. Dari 6 produk yang dianggap mengkhawatirkan, baru 2 produk di mana skema bea masuk FTA berada di atas penggunaan skema MFN.

“Dari enam produk hanya produk alas kaki dan makanan serta minuman saja yang skema bea masuk FTA-nya berada di atas penggunaan skema MFN,” paparnya.

Untuk nilai impor produk alas kaki dan makanan serta minuman yang menggunakan skema AFCTA pada Februari 2010 ini, telah mencapai angka diatas Rp 25 miliar. Sedangkan yang menggunakan Skema MFN, nilai impor kedua produk tersebut berada di bawah Rp 10 miliar.

“Hingga saat ini, penggunaan skema FTA oleh produk konsumsi impor asal China masih belum signifikan walaupun secara keseluruhan mulai mengalami peningkatan secara perlahan-lahan,” katanya.

Untuk barang-barang impor dari China non ACFTA, lanjutnya, masih didominasi oleh barang modal dan bahan baku penolong yang digunakan oleh industri dalam negeri yang selalu meningkat setiap tahunnya. Sedangkan barang konsumsi dari Cina masih sedikit jika dibandingkan nilai barang modal dan bahan baku penolong.

Sementara itu Edi Putra Irawadi, Deputi Menko Perekonomian Bidang Perdagangan dan Perindustrian, mengatakan walaupun impor dari China berkurang, akan tetapi barang-barang produksi China masih beredar dalam jumlah yang banyak di Indonesia. Barang tersebut kebanyakan tidak datang langsung dari China, melainkan lewat negara-negara lain seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand.

“Masih banyaknya peredaran barang China tersebut di Indonesia membuat para pengusaha terus mengeluh. Karena akan berbahaya apabila secara nilai barang impor China menurun akan tetapi volume meningkat,” katanya.

Menurut Edi, apabila volume barang Cina tersebut terus meningkat di pasar, maka harga barang akan semakin menurun. “Dengan turunnya harga barang-barang tersebut akan dikhawatirkan terjadi dumping dan subsidi,” tegasnya.

Saat ini, lanjutnya, pemerintah sedang mengupayakan untuk menjaga ketidakstabilan tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan, sesuai yang tertera dalam Undang-undang Kepabeaan, pemerintah berhak untuk melakukan investigasi terhadap tempat-tempat yang masih mengedarkan barang-barang China tanpa izin.

Laporan: Melissa Tuanakotta | Bandung

Read more

Awas, Blackberry Bikin Lemah Otak


BlackBerry Curve 8520, Gemini

VIVAnews - Memiliki telepon selular cerdas semacam Blackberry memang menyenangkan bagi sebagian orang. Dengan Blackberry, aktivitas berkirim email, chatting, hingga berselancar di internet bisa dilakukan bersamaan, kapan saja, dan di mana saja.

Namun, tahukah Anda, di balik kemudahan yang diberikan, karakter Blackberry yang mampu membuat penggunanya melakukan sejumlah hal dalam waktu bersamaan (multitasking), itu justru berisiko melemahkan kerja memori di otak.

Hal itu terungkap melalui sebuah penelitian tentang kemampuan otak untuk membentuk kenangan yang dilakukan sejumlah ahli syaraf dari New York University (NYU), Amerika Serikat.

Penelitian dilakukan melalui proses pemindaian otak terhadap 16 wanita dan 16 pria berusia 22-34 tahun. Para peneliti menyuguhi sejumlah gambar kepada seluruh partisipan. Sesaat kemudian, mereka mengajukan pertanyaan seputar gambar itu kepada seluruh partisipan.

Partisipan yang banyak pikiran dan terbiasa melakukan sejumlah hal dalam waktu bersamaan atau diselang-seling (multitasker) tidak bisa mengingat dengan baik gambar yang sebelumnya ditunjukkan. Dengan kata lain, partisipan yang membiarkan otaknya 'istirahat' memiliki daya ingat lebih tinggi.

"Data kami menunjukkan bahwa jika Anda tidak membiarkan otak beristirahat, biayanya akan 'mahal', karena menghalangi kemampuan otak untuk mengonsolidasikan memori, " kata Lila Davachi, Asisten Profesor dari Departemen Psikologi dan Pusat Syaraf NYU seperti dikutip dari laman MSNBC.

Davachi mengatakan, seorang multitasker seperti terlihat pada para pemegang Blackberry dewasa ini cenderung memaksa otak terus bekerja. Mereka yang tidak pernah lepas memainkan ponsel pintarnya seolah tidak memberi kesempatakn otaknya 'istirahat' untuk memperbaiki sel-sel yang rusak.

Kondisi terus membuat mereka cenderung memiliki daya konsentrasi yang buruk dan mudah stres. Jadi, belajarlah menggunakan ponsel pintar dengan bijak agar memori Anda tetap bekerja dengan baik.

Read more
 

Rizky Cici Design by timeline © 2010